Atasi Keluhan Petani Ditjen PSP Berikan 20 Sumur Bor di Lamsel

Bagikan Artikel

Antisipasi Krisis Air Pada Pertanian di Palas Ditjen PSP Berikan Bantuan 20 Titik Sumur Bor

Lampung Selatan.mediafaktualhukum.com

Menjawab keluhan petani di wilayah kecamatan palas Kabupaten Lampung Selatan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, (Ditjen PSP ) memberikan bantuan 20 titik sumur bor.

Informasi yang di himpun media Liputan4.com, dari 20 titik sumur bor tersebut tersebar di beberapa kelompok tani di kecamatan Palas. Bantuan tanggap darurat yang di keluarkan Ditjen PSP tersebut, guna mengatasi krisis air yang saat ini di alami para petani pada musim gadu.

Menurut informasi yang di peroleh dari Balai Penyuluh Pertanian di Kecamatan Palas, ada 5000 H, tanaman padi pada musim gadu saat ini, namun ada saat ini ada yang sudah panen dan ada pula yang masih berumur 15 sampai 60 hari tanaman padi.

“Karna para petani pada musim gadu ini tidak bareng, saat ini ada yang sudah panen dan ada yang masih berumur 15-60 hari tanaman padi,” ucap Upt. TBHBUN,Yusak Murjoko

Saat ini menurut Yusak, ada ratusan Hektar tanaman padi yang saat ini baru berumur 15-60 hari, yang saat ini mengalami kekurangan air, dan harus di selamatkan di Desa Bali agung yang di laporkan ada 80 Hektar tanaman padi yang mengalami kekurangan air dan terancam kekeringan.

“Alkhamdulilah kita para kelompok tani mendapatkan bantuan sumur bor, dari Kemenrtian Pertanian melaui Ditjen PSP, ada si desa Bali agung, sukabakti, palas aji dan palas pasemah jumplahnya 20 titik mas,” kata dia

Sementara itu, Ketua Gaboktan Desa Bali agung Dew a aji, dengan mendapatkan batuan sumur bor di kelompik tani nya, paling tidak tanaman padi di desa bali agung bisa diselamatkan dari kekering.

“Kita sangat berterima kasih kepada pemerintah, dengan bantuan sumur bor yang di berikan kepada kami, karna saat ini kami butuh solusi untuk menyelamatkan tanaman padi kami,” kata dia

Mungkin bila tak ada solusi tanaman padi kami akan mengalami gagal panen akibat kekurangan air, ada aliran air di sungai sekampung namun saat ini sudah payau, malah bisa mati tanaman padi bila di aliri air dari sungai sekampung.

Harapan dia rencana pembangunan irigasi oleh pemerintah melalui balai besar segera terwujud supaya dalam kondisi seperti saat ini para petani tidak kesulitan mendapatkan air.

(Sriwi)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *