Dari Halal bi Halal ABUPI, Sektor Kepelabuhanan Masih Banyak yang Mesti Diperbaiki

Bagikan Artikel

MediaFaktualHukum.com — Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia (ABUPI) menggelar Halal bi Halal, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2023).

Hadir selain selain dewan pembina ABUPI Carmelita Hartoto, Dirut PT Krakatau Bandar Samudera Akbar Djohan, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan Denon Prawiraatmaja, Ketua Umum APBMI Juswandi Kristanto, Ketua Umum ISAA Reinhard Tobing, perwakilan INAMPA, serta para pengurus ABUPI dari berbagai daerah di Indonesia.

Tri Andika Syam (ketua panitia) dalam laporannya menyampaikan bahwa halal bi halal ini menjadi moment untuk saling bersilaturahim diantara para anggota ABUPI dan pengurus. “Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” ujar ketua ABUPI Jakarta ini.

Sementara itu, Ketua Umum ABUPI Aulia Febrial Fatwa mengatakan, setelah lama tak berkumpul karena adanya covid-19, maka bersyukurlah bahwa kali ini bisa berkumpul bersama di acara halal bi halal.

Pada kesempatan itu, Febri juga menyampaikan sektor kepelabuhanan sangatlah luas. Bisnis di kepelabuhanan itu sangat menarik.

“Dunia pelabuhan masih banyak yang mesti diperbaiki. Karena mengelola pelabuhan bukan hanya mengelola dermaga saja,” kata Febri saat memberi sambutannya.

Di tempat sama, Denon Prawiraatmadja (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perhubungan) menyatakan sebenarnya Kadin sering berkomunikasi dengan ABUPI.

“Saya berharap kepada pelaku usaha supaya pembangunan pelabuhan di seluruh Indonesia bisa terus dilakukan,” ungkapnya.

Sedangkan Carmelita Hartoto, Ketua Dewan Pembina ABUPI yang sekaligus ketua umum DPP INSA mengatakan bahwa sekarang ini semoga semua usaha bisa membaik, setelah dua tahun lalu dihantam badai covid-19.

“Saatnya kita sekarang mulai menata usaha, dan Alhamdulillah tahun ini sudah mulai kelihatan,” ucapnya bercanda.

Wakil ketua umum Kadin Indonesia bidang Logistik dan Rantai Pasok, Akbar Djohan mengatakan jika semua bisa guyub diantara para pelaku usaha, sebenarnya masalah logistik sudah bisa selesai.

“Kedepan tantangan usaha kepelabuhanan dan logistik tetap tak ringan, karena pengaruh global, serta perang yang belum usai Rusia Ukraina. Tapi itu harus kita hadapi,” katanya.

Acara halal bi halal diakhiri dengan bersalam-salaman antara semua pengurus dan anggota yang hadir. **Red**

Baca juga berita lainnya :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *