Ketum ISAA : Filosofinya keagenan kapal tidak perlu punya kapal, Gass Poll !

Bagikan Artikel

MediaFaktualHukum.com — Perusahaan keagenan kapal memiliki fungsi tersendiri dalam mata rantai memajukan perekonomian nasional sekaligus berkontibusi dalam mengefisienkan cost logistik.

Ketua Umum DPP Indonesia Shipping Agency Association (ISAA) Reinhard LB Tobing mengemukakan, secara prinsip bisnis bahwa keagenan kapal menjalankan kepentingan principle atau pemilik kapal supaya seluruh kegiatannya saat sandar di pelabuhan maupun saat berlayar dalam kondisi baik dan lancar.

“Singkatnya, bahwa peran ship agent tersebut perlu memproteksi kepentingan prinsiple nya,” ujar Reinhard saat berbicara pada Seminar Kemaritiman yang digelar pada ajang SEA INDONESIA, di JIEXPO Kemayoran Jakarta pada Rabu (17/5/2023).

Pada kesempatan itu, Reinhard menegaskan bahwa usaha keagenan kapal tidak perlu memiliki kapal sesuai dengan regulasi Pemerintah RI saat ini yakni PP 31/2020 dan PM 59/2021 serta beberapa aturan turunanya.

“Usaha Keagenan Pesawat dan Kerata Api itu gak gak perlu punya Pesawat atau Kerata Api kan.Jadi begitu filosofinya bahwa keagenan kapal juga tidak perlu punya kapal,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, Perusahaan keagenan kapal yang tergabung dalam Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam mengefisiensikan logistik nasional.

Selain itu, usaha keagenan kapal agar bisa memanfaatkan digitalisasi dalam kegiatan usahanya dan tidak perlu khawatir dengan kemajuan tehnologi yang terus berkembang saat ini.

“Keagenan kapal tidak perlu khawatir dengan digitalisasi dan harus menyiapkan strategi agar bisa bersaing pada era tekhnologi 4.0 saat ini,” ucap Reinhard.

Dia juga menegaskan, perusahaan keagenan kapal jangan takut bersaing secara terbuka dengan usaha sejenis. “Kita mesti optimistis bisa maju bersama,” ujarnya. **Red**

Baca juga berita lainnya :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *