Larangan Penjualan Gabah Keluar Lampung Jadi Polemik, KPPU Lakukan Penilaian Kebijakan

Bagikan Artikel

MediaFaktualHukum.com, Bandar Lampung — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencermati kebijakan terkait larangan penjualan gabah ke luar Provinsi Lampung.

Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Lampung nomor 7 tahun 2017 (Perda Lampung 7/2017) tentang Pengelolaan Distribusi Gabah dan Peraturan Gubernur Lampung nomor 71 tahun 2017 (Pergub Lampung 71/2017) tentang Pelaksanaan pengawasan dan Pengendalian Distribusi Gabah.

Dalam regulasi tersebut Pemprov Lampung melarang keluarnya gabah dari wilayah Lampung. Aturan ini sebagai langkah untuk menjaga dan menjamin ketersediaan gabah, yang diatur dalam pasal 5 ayat (2) Perda Lampung 7/2017 dan Pasal 11 Pergub Lampung 71/2017.

Namun sejumlah pihak juga masih menentang aturan ini karena dianggap hanya berpihak pada pengusaha gilingan padi, tapi tidak pada petani.

Untuk itu, KPPU turun tangan melakukan kajian awal, dan menunjukkan bahwa regulasi tersebut belum berjalan efektif (tidak terlaksana).

Wahyu Bekti Anggoro selaku Kepala Kantor KPPU Wilayah I mengatakan, KPPU melihat terdapat dorongan dari beberapa pihak agar Pemprov Lampung melaksanakan pengawasan larangan penjualan gabah sebagaimana diatur dalam regulasi.

Mencermati kondisi tersebut KPPU akan melakukan Prakarsa Penilaian Kebijakan Persaingan Usaha terhadap Perda Lampung 7/2017 dan Pergub Lampung 71/2017.

“Hal tersebut dilakukan atas adanya potensi hambatan persaingan usaha dalam pelarangan penjualan gabah ke luar Provinsi Lampung, yang bersinggungan dengan Daftar Periksa Kebijakan Persaingan Usaha,” kata Wahyu Bekti melalui keterangan tertulis, Selasa (6/6/2023).

Atas persinggungan tersebut, KPPU melakukan analisis lanjutan untuk mengkaji dampak persaingan usaha yang ditimbulkan dari regulasi larangan penjualan gabah di Provinsi Lampung.

“KPPU akan menyampaikan Saran dan Pertimbanagn kepada Pemprov Lampung jika ditemukan adanya potensi hambatan persaingan usaha pada Perda dan Pergub tersebut,” tegas Wahyu. **Red**

Baca juga berita lainnya :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *