Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat Akan Memberikan Bantuan Unggas Kepada 10 Tiyuh/desa Berisiko Stunting

Bagikan Artikel

Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat akan memberikan bantuan unggas kepada 10 Tiyuh/desa berisiko Stunting.

Tubaba.-
Diterbitkan.
MediaFaktualHukum.Com.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Nazaruddin di ruang kerja, Rabu.31-01-2024.).

Diketahui ada 2000 ekor ayam kampung betina yang akan dibagikan kepada 10 Tiyuh. Per Tiyuh mendapatkan berjumlah 200 ekor. Kemudian dikelola oleh 10 kelompok wanita ada dalam KK anak-anak beresiko mengalami stunting.

“Lima diantaranya ada di kecamatan tumijajar, tapi tidak semua kita realisasikan karena kita lihat tiyuh mana yang harus diprioritaskan, yang mana masyarakatnya tergolong banyak terkena stunting,” kata Nazaruddin.

Lebih lanjut, untuk besar anggaran sejumlah Rp. 180 juta. dengan harga Rp.58500 rupiah per ekornya sebanyak 2000 ekor dengan total harga Rp.117 juta.

“Dari sisa anggaran Rp.117 juta akan digunakan bimtek untuk 70 orang dari perwakilan setiap kelompok ada juga pendamping dari penyuluh peternakan. tujuannya untuk pemberdayaan ekonomi secara umum,” jelasnya.

Nantinya, akan direalisasikan pada triwulan kedua atau ketiga, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024.

“Tujuannya untuk pemberdayaan ekonomi secara umum karena ini sasaran utama stunting itu lebih ke ternak unggas. Kemudian mengapa harus ayam yang dibagikan karena ayam juga mudah untuk dipelihara dan mudah berkembang. Pemerintah menganjurkan Anak-anak penderita stunting setiap hari diharapkan agar makan telur sehari 2 butir untuk sumber protein,” ucap Nazaruddin.

“Pemberdayaan peternakan unggas ekonomi meningkat, menjaga inflasi, kemudian untuk menurunkan angka kemiskinan dengan pendapatan meningkat,” Imbuhnya.

Ternak unggas yang diprioritaskan di tiyuh yang tergolong masyarakat nya anak-anak terkena stunting ada 17 tiyuh lima diantaranya di kecamatan tumijajar, tapi tidak semua kita realisasikan semua di 17 tiyuh tersebut, setiap tiyuh kita beri unggas sebanyak 200 ekor per tiyuh untuk sepuluh kelompok, sebanyak 10 tiyuh karena akan kita lihat mana tiyuh yang harus kita diprioritaskan kita lihat mana tiyuh yang kk masyarakat banyak kena stunting. Ada skala prioritas. kemudian ayam kampung yang kita beli juga yang sudah besar dengan besar anggaran sejumlah 180 juta dari peralihan ternak agrowisata akan dialihkan menjadi ternak ayam dan bimtek untuk tujuh puluh kk untuk pengembangan teknis ayam kampung itu. Total bantuan ayam kampung itu sebanyak 2000 ekor yang akan dibagi 200 ekor per tiyuh menjadi sepuluh kelompok yang akan dikelola oleh wanita yang ada kk terkena stunting. Dengan total harga 117 juta 58500 per ekor y sebanyak 2000. Dari sisa anggaran 180 juta akan digunakan untuk bimtek itu untuk 70 perorangan dari perwakilan setiap kelompok ada juga pendamping dari penyuluh peternakan. tujuannya untuk pemberdayaan ekonomi secara umum karena ini sasaran utama stunting itu lebih ke ternak unggas, sasaran untuk stunting sebenarnya anak-anak yang penderita stunting anjuran setiap hari diharapkan oleh pemerintah agar makan telur sehari 2 butir untuk sumber protein. Kemudian mengapa harus ayam yang diBagikan karena ayam juga mudah untuk dipelihara dan mudah berkembang. Pemberdayaan peternakan unggas ekonomi meningkat, menjaga inflasi, kemudian untuk menurunkan angka kemiskinan dengan pendapatan meningkat, akan direalisasikan triwulan kedua atau ketiga, ucapnya.

***ARP***

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *