Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan dan Gelombang Tinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Bagikan Artikel

MediaFaktualHukum.com — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Rabu, 21 Juni 2023, dengan sebagian wilayah Indonesia dilanda hujan dan gelombang tinggi.

Hujan disertai petir pada hari Rabu diperkirakan terjadi di Tarakan. Hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di Palembang dan Medan.

Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Serang, Bengkulu, Jakarta Pusat, Jambi, Banjarmasin, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Ambon, Ternate, Jayapura, Manokwari, Pekanbaru, Mamuju dan Padang.

BMKG memantau adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Utara, Samudra Hindia barat Australia, Samudra Pasifik timur Filipina, dan Samudra Pasifik utara Papua.

Sistem tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Samudra Hindia barat daya Bengkulu, dari Laut Halmahera hingga Samudra Pasifik utara Papua Barat, dan di pesisir utara Papua. 

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Selat Malaka hingga Laut Natuna, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, dari Sulawesi Barat hingga Selat Makassar. Juga di Laut Cina Selatan dan dari Maluku Utara hingga Samudra Pasifik utara Papua Barat.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Suhu udara berkisar 19-36 derajat Celcius dengan suhu terendah di Bandung dan tertinggi di Banda Aceh.

Prakiraan berbasis dampak hujan lebat dengan status siaga tidak terjadi di provinsi mana pun. Namun, status waspada ditujukan ke Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Gelombang Tinggi

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 21-22 Juni 2023.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari selatan-barat  dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur-tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Sulawesi, Laut Maluku dan perairan Merauke.

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 2,5-4 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudra Pasifik utara Halmahera dan perairan Kepulauan Talaud. **Red**

Baca juga berita lainnya :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *